5 Jenis Minuman Beralkohol Tradisional di Indonesia

Indonesia adalah negara yang warga negaranya mayoritas beraagama muslim, namun pemerintahanya dijalankan secara demokratis, sekuler dan pluralistik. Secara umum, produksi, perdagangan, dan konsumsi minuman beralkohol tidak dilarang.

Namun ada pengecualian yaitu, provinsi Aceh di Sumatra, di mana undang-undang syariah yang ketat telah dilaksanakan sejak tahun 2004. Mengonsumsi minuman beralkohol di provinsi ini, baik pengunjung maupun dari penduduk setempat, dapat dihukum dengan beberapa cambukan jika  melanggar hukum.

Pemerintah menerapkan pajak Impor sekitar 150% untuk minuman beralkohol yang diimpor sejak 2015.

Di mana alkohol tersedia di Indonesia?

Beberapa supermarket besar, pusat perbelanjaan, hotel, restoran, dan bar masih diperbolehkan menjual minuman beralkohol. Terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Yogyakarta dan Batam. Anda dapat menemukan bir dingin atau koktail dengan mudahnya. Namun, semakin jauh dari kota, semakin sulit untuk menemukan minuman beralkohol.

Di Bali, meskipun alkohol tersedia secara resmi, banyak penduduk setempat lebih suka menggunakan alternatif minuman beralkohol buatan sendiri dengan harga yang lebih murah.

Minuman Beralkohol Tradisional Indonesia

Bahkan hari ini, minuman tradisional dengan berbagai nama dapat ditemukan hampir di seluruh daerah di Indonesia

Tuak.

Orang Batak dari Sumatera Utara mengenalnya sebagai Tuak. Dalam komunitas mayoritas orang Kristen-Protestan, Tuak adalah minuman wajib yang tidak boleh dilewatkan pada perayaan dan peristiwa tradisional. Bar Batak tradisional yang menyajikan tuak bernama Lapo Tuak.

Ballo.

Toraja dari Sulawesi Selatan membuat versi Tuak mereka sendiri, yang terbuat dari sari aren yang difermentasi yang disebut Ballo. Minuman khas Ini tidak boleh ketinggalan disaat perayaan upacara tradisional. Kadang-kadang disajikan sebagai penghormatan untuk para leluhur dan sajian minum untuk tamu. Ballo ini  juga dikonsumsi oleh suku Bugis

Cap Tikus

Orang-orang Minahasa dari Sulawesi Utara terkenal dengan minuman cap tikusnya. Terbuat dari Saguero atau Sopi Suling . Bagaimana minuman beralkohol ini mendapat nama seperti itu tidak ada yang mengetahuinya. Salah satu teori mengatakan bahwa minuman pertama kali dijual dalam botol yang dihiasi dengan gambar tikus. Cap tikus  juga dapat ditemukan di daerah lain seperti Jawa, Maluku atau Papua.

Brem dan Arak.

Brem dan arak berasal dari Hindu Bali. Bersama dengan Tuak, mereka memiliki makna agama bagi masyarakat Bali dan sebagian besar digunakan (selain digunakan konsumsi pribadi) untuk persembahan kepada para dewa.

Ciu.

Ciu  adalah minuman tradisional dari wilayah solo di Jawa Tengah. Minuman tradisional ini terbuat dari sari tebu dan sangat populer di Jawa. Di daerah sekitar Solo ada perkebunan tebu yang berkontribusi pada pengembangan minuman ini.